Senin, 27 November 2017

KIE GIZI



Komunikasi &  Informasi Edukasi

A. Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari sumber ke penerima pesan sehingga terjadi suatu kesamaan makna tentang pesan yang disampaikan antara sumber dan penerima pesan. Komunikasi atau dalam Bahasa Inggrisnya Communication yang artinya sama sehingga dapat dijelaskan bahwa komunikasi akan terjadi apabila terdapat kesamaan makna antara pemberi pesan dengan si penerima pesan.
Strategi Komunikasi yang efektif
Menurut Pace, dkk (1979) ada tiga tujuan utama strategi komunikasi yang ingin dicapai, yaitu:
a.       Memastikan bahwa penerima pesan memahami isi pesan yang diterimanya
b.      Memantapkan penerimaan pesan dalam diri penerima sasaran
c.       Memotivasi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan implikasi pesan
Prinsip-prinsip strategi komunikasi terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut:
1.      Merumuskan tujuan
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam merancang kegiatan komunikasi adalah mengidentifikasi masalah, data dan fakta. Langkah ini menghasilkan rumusan tujuan kegiatan yang memuat informasi ;
·         Siapa sasaran komunikasi
·         Perubahan perilaku yang diharapkan terjadi
·         Kualitas perubahan
·         Lokasi perubahan
2.      Menetapkan dan mengenal target sasaran
Target sasaran dalam proses komunikasi adalah penerima pesan, dengan mengetahui target sasaran dapat disusun strategi komunikasi yang hendak dilakukan terkait dengan isi pesan, penentuan metode komunikasi dan pemilihan saluran pesan yang sesuai dengan isi pesan.
Pengenalan target sasaran akan tergantung pada tujuan komunikasi yang hendak dicapai, apakah sekedar membuat target mengetahui tentang sesuatu yang akan disampaikan atau dimaksudkan agar target melakukan tindakan tertentu sesuai pesan yang disampaikan kepadanya.
Setelah target sasaran atau penerima komunikasi ditetapkan maka sumber komunikasi perlu mengetahui target sasaran dalam hal :
a.       Ciri-ciri personal seperti umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jumlah keluarga
b.      Mengenal sistem sosial budaya penerima pesan, meliputi bahasa yang digunakan, persepsi mereka tentang sesuatu yang dikomunikasikan, sikap mereka terhadap perubahan, ketergantungannya terhadap tokoh panutan, sistem pengambilan keputusan dalam keluarga, dll
c.       Cara dan kebiasaan target berkomunikasi, lebih banyak menggunakan media atau komunikasi tatap muka / langsung.
d.      Minat penerima terhadap perubahan
e.       Status penerima, mandiri atau kelompok
f.       Tingkat pengetahuan penerima terhadap isi pesan.
Pemahaman tentang tingkat pengetahuan target sasaran mengenai materi yang akan dikomunikasikan akan memudahkan terjadinya penerimaan perubahan. Komunikasi tentang sesuatu yang relatif sudah pernah didengar akan lebih muda diterima dibanding sesuatu yang jarang didengar atau sama sekali asing bagi penerima.
Perlu dipahami bahwa pengetahuan tidak selalu menyebabkan terjadinya perubahan perilaku. Ada beberapa persepsi individual yang dapat menghambat seseorang melakukan perilaku yang diharapkan yaitu :
a.       Kognitif
·         kepercayaan/keyakinan
·         Persepsi
·         Pendapat pribadi
·         Norma
b.      Emosional
·         Kemampuan pribadi
·         Respon emosional
c.       Interaksi sosial
·         Pengaruh social
·         Anjuran kepada teman

3.      Mendisain Pesan
Disamping mengenal penerima komunikasi dengan baik, komunikator perlu mendisain pesan yang akan disampaikan sehingga mampu membangkitkan minat dan perhatian penerima terhadap pesan yang disampaikan.
Ada empat syarat yang harus dipenuhi agar pesan yang disampaikan dapat diterima, yaitu :
a.       Pesan disusun, direncanakan dan disampaikan secara menarik. Ketrampilan komunikator (sumber komunikasi) dalam merencanakan dan mengkemas pesan sehingga menarik perhatian sangat diperlukan.
b.      Pesan harus menggunakan simbol-simbol yang di dasarkan pada kesamaan pengalaman antara sumber dan penerima pesan dalam memahami simbol-simbol tersebut.
c.       Pesan harus dapat membangkitkan kebutuhan pribadi penerima pesan dan mampu memberi saran tentang cara untuk mencapai kebutuhan dari pesan yang disampaikan.
d.      Pesan harus dapat memberikan alternatif bagi penerima untuk memenuhi kebutuhan akan informasi secara layak, baik untuk kepentingan individu maupun kelompok

4.      Menetapkan Metoda
Metoda komunikasi dapat dibagi dua yaitu ;
a.       Menurut cara pelaksanaannya
·         Metoda redudancy : cara mempengaruhi target sasaran dengan jalan mengulang-ulang pesan yang sama. Penyampaian pesan dilakukan secara kontinyu, tidak hanya sekali atau dua kali aja. Cara penyampaian pesan sebaiknya menarik agar tidak membosankan. Keuntungan penyampaian pesan berulang-ulang antara lain target sasaran akan lebih memperhatikan pesan, tidak mudah lupa dan sumber dapat memperbaiki diri dalam cara penyampaian pesan.
·         Metoda canalizing : cara mengubah pengetahuan, pemikiran, pendapat dan sikap mental target sasaran ke arah yang dikehendaki secara perlahan-lahan karena pada dasarnya pengetahuan, pemikiran, pendapat dan sikap seseorang dipengaruhi oleh kerangka referensi dan pengalaman yang telah mengkristal selama bertahun-tahun.

b.      Menurut bentuk isi pesannya
·         Informatif : kegiatan mempengaruhi target sasaran melalui kegiatan penerangan. Penerangan adalah menyampaikan sesuatu apa adanya berdasarkan fakta dan data-data yang benar. Penerangan dilakukan untuk mengisi pengetahuan target sasaran tentang sesuatu yang belum diketahui tanpa upaya mempengaruhi persepsinya, misalnya siaran berita di radio & TV.
·         Persuasif : metode komunikasi yang difokuskan pada perubahan kesadaran atau sikap mental seseorang. Pada metoda informatif pengetahuan rtarget sasaran yang ingin diubah sedang pada metoda persuasif yang lebih difokuskan adalah pada target sasaran yang telah tersugesti terlebih dahulu tentang sesuatu inovasi yang akan disampaikan.
Contohnya, penyuluhan keamanan pangan dilakukan di kantor Dinas Kesehatan yang telah banyak ditempeli poster-poster tentang manfaat pangan yang aman. Pada kondisi demikian, target sasaran tersugesti untuk mengikuti program keamanan pangan karena dua hal yaitu, (1) keberadaannya di lokasi penyuluhan, yaitu di kantor Dinas Kesehatan yang memang berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan dan (2) poster-poster tentang keamanan pangan di kantor Dinas Kesehatan secara psikologis telah ”membujuk” target sasaran untuk mengikuti program komunikasi keamanan pangan. Pada metoda persuasif pesan yang disampaikan selain berupa fakta, data dan pendapat orang lain juga dapat berupa non fakta.
·         Edukatif : metode komunikasi yang bertujuan mengubah perilaku target sasaran secara sengaja, teratur dan terencana. Isi komunikasi dengan metoda edukatif adalah berupa pendapat, fakta, data dan pengalaman seseorang yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Proses komunikasi dengan metoda ini biasanya berlangsung lebih lama dibanding metoda persuasif akan tetapi hasil metoda edukatif dalam mengubah perilaku seseorang juga akan berlangsung lebih lama.
·         Kursif : metode komunikasi yang mempengaruhi target sasaran dengan cara memaksa. Pesan yang disampaikan biasanya berisi pendapat dan ancaman, misalnya peraturan-peraturan, perintah dan intimidasi.

5.      Menseleksi dan Menetapkan Media
Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab sehubungan dengan kegiatan penseleksian media komunikasi antara lain adalah :
ü  Saluran komunikasi mana yang paling banyak penerimanya tetapi murah biayanya ?
ü  Saluran komunikasi mana yang paling besar dampaknya ?
ü  Saluran komunikasi mana yang paling cocok dengan tujuan komunikasi dan target sasaran ?
ü  Saluran mana yang paling cocok dengan isi pesan ?
ü  Saluran komunikasi mana yang paling sesuai dengan ketersediaan dana dan kemampuan mengoperasionalkannya ?

B. Edukasi
Edukasi adalah proses untuk belajar mengajar yang sangat perlu diberikan kepada produsen, konsumen dan pengambil kebijakan agar dapat mengubah perilakunya untuk menjadi lebih baik. Perilaku sebagai tujuan belajar oleh Slamet (1975) diartikan sebagai segala tindak tanduk seseorang yang dapat diamati, didengar dan dirasakan oleh orang lain.


Perilaku sebagai tujuan pendidikan terdiri dari tiga kawasan, yaitu :
a. Kawasan kognisi
b. Kawasan afeksi
c. Kawasan psikometrik
Tujuan pengubahan perilaku pada kawasan kognisi mencakup perubahan perilaku yang berkaitan dengan aspek intelektualitas dan pengetahuan seseorang. Pengetahuan belajar pada kawasan kognisi ini terdiri dari enam unsur yang tersusun secara hirarki, yaitu :
1.      Pengetahuan (knowledge) meliputi memori tentang fakta, kaidah, prinsip yang pernah dipelajari dan disimpan dalam ingatan orang yang belajar.
2.      Komprehensi (comprehension) meliputi kemampuan untuk menangkap makna dan arti dari materi pembelajaran yang telah dipelajari.
3.      Aplikasi (application) meliputi kemampuan seseorang menggunakan materi belajar dalam situasi baru untuk memecahkan masalah-masalah kongkrit yang dihadapi.
4.      Analisis (analysis) meliputi kemampuan seseorang untuk menjelaskan sesuatu yang pernah diajarkan dan dialami dengan rinci
5.      Sintesa (synthetic) merupakan kemampuan untuk menghubung-hubungkan segala sesuatu yang diajarkan dan dialami atau dilakukan sehingga mewujudkan suatu pengertian baru.
6.      Penilaiaan (evaluation) merupakan kemampuan untuk menilai.

Kawasan afeksi (sikap mental) menyangkut emosi dan perasaan seseorang seperti rasa senang-tidak senang, rasa suka-tidak suka.
Ada lima unsur kawasan afeksi yaitu :
a. Menerima
b. Menanggapi
c. Menilai
d. Organisasi
e. Penghayatan
Perubahan perilaku dalam kawasan psikomotorik adalah perubahan ketrampilan seseorang mengerjakan sesuatu. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketrampilan seseorang adalah kekuatan, kecepatan, ketepatan, keseimbangan dan kecermatan.
Setiap kawasan perubahan perilaku membawa konsekuensi yang berbeda-beda pada pengalaman belajar yang diberikan atau lebih tepatnya pada proses pendidikan yang dilaksanakan.

2.2  Strategi KIE yang efisien dan tepat sasaran

1.      Kenali Foktor Penyebab
a.       Kemiskinan
Kemiskinan akan berdampak terhadap akses dan pemilikan asset untuk memperoleh pendidikan,pengetahuan,pekerjaan yang terbatas sehingga kemampuan daya beli dalam penyediaan pangan akan terbatas.
b.      Penyakit Infeksi
Faktor ini berkaitan erat dengan sanitasi lingkungan, penyediaan air bersih, kondisi rumah dan peran PHBS (Perilaku Hidup Bersh dan Sehat). Jika semua kondisi lingkungan jelek maka penghuninya akan mudah terkena infeksi.
c.       Perilaku
Faktor penyebab terjadinya gizi buruk sangatlah komplek / multidimensi baik penyebab langsung maupun tidak langsung. Salah satu faktor penting dan mendasar karena perilaku konsumsi makanan (food consumption behavior) baik individu,keluarga, masyarakat yang salah atau tidak sepenuhnya mengikuti kaidah-kaidah ilmu gizi dan kesehatan, oleh karenanya upaya penggarapan aspek perilaku konsumsi makanan kearah penyadaran gizi perlu ditingkatkan strateginya sehingga masyarakat tahu, mau dan mampu memecahkan masalah gizi yang dihadapinya.Penyebab lain karena pola asuh yang kurang baik disebakan sibuknya keluarga mencari nafkah (kurang perduli terhadap kesehatan anak).
2.      Faktor - Faktor Determinan Perilaku Konsumsi Makanan
Seperti dikemukakan diatas bahwa masalah gizi buruk pada individu, keluarga/masyarakat bukannya tanpa sebab, tetapi ada penyebab dominan dan mendasar yaitu :
a.       Penyebab berkaitan langsung dengan perilaku konsumsi makanan (asupan makan).
Ada 3 aspek yang mencerminkan tindakan dalam perilaku konsumsi makanan adalah:
·         Penyediaan dan penggunaan makanan
·         Pemeliharaan dan peningkatan keadaan gizi dan kesehatan
·         Pendayagunaan pelayanan gizi,kesehatan dan keluarga berencana
b.      Penyebab yang tidak berkaitan secara langsung dengan perilaku konsumsi makanan seperti kemiskinan,pendidikan,infeksi dan sebagainya.

Secara umum ada dua jenis sasaran informasi dan edukasi, yaitu :
1.      Sasaran yang langsung menggunakan perubahan perilaku untuk dirinya sendiri, sebagai contoh adalah produsen atau penjaja pangan dan para konsumen misalnya masyarakat umum, murid sekolah, pasien dll.
2.      Sasaran yang selain dapat menggunakan perubahan perilakunya untuk diri sendiri, berpotensi atau berperan mengubah perilaku target sasaran lain.
Pada konsumen langsung karena sifatnya massal, kegiatan informasi dan edukasi dapat dilakukan melalui media massa contohnya , televisi, radio, leafet, brosur, poster, koran, majalah dll. Sedangkan untuk konsumen tak langsung strategi informasi dan edukasi yang diberlakukan adalah mengkombinasi komunikasi kelompok dengan menggunakan berbagai media,.contoh kongkritnya adalah bentuk-bentuk pelatihan diruangan .





2.3  Peran Penelitian

Penelitian mempunyai peran antara lain :
·         Pemecahan masalah
·         Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam bidang yang diajukan
·         Mendapatkan pengetahuan atau ilmu baru.

1.      Peran penelitian sebagai pemecahan masalah.
Dalam hal ini meningkatkan kemampuan untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena dari suatu masalah yang kompleks dan kait mengait.
2.      Peranan penelitian sebagai pemberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam bidang yang diajukan. Dalam hal ini meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan atau menggambarkan fenomena-fenoena dari masalah-masalah dan peertanyaan-pertanyaan yang bersangkutan tersebut.
3.      Peranan penelitian untuk mendapatkan pengetahuan dan ilmu baru. Dalam hal ini berfungsi untuk menemukan pengetahuan/ilmu yang baru yang mana belum diketahui atau sama sekali belum pernah diterapkan dalam masyarakat yang bersangkutan.

Rabu, 22 November 2017

SUPLEMENTASI



1. Suplementasi Pangan
Suplementasi juga berarti menambah sejumlah zat gizi tertentu yang tidak dikonsumsi dalam jumlah cukup dalam makanan seseorang, biasanya dalam bentuk tablet atau kapsul dan dosis yang diberikan jauh lebih tinggi dibandingkan pada fortifikasi.
Suplementasi pangan ditujukan untuk menambah konsumsi pangan sehari-hari yang kurang yang diakibatan oleh berbagai hal seperti kurangnya pengertian, lemahnya ekonomi, dan sebagainya. Penanganan defisiensi zat besi melalui suplementasi tablet besi merupakan cara yang paling efektif untuk meningkatkan kadar zat besi dalam jangka pendek.
Suplementasi biasanya ditujukan pada golongan yang rawan mengalami defisiensi besi seperti ibu hamil dan ibu menyusui. Di Indonesia, pemerintah melakukan program suplementasi gratis pada ibu hamil melalui Puskesmas dan Posyandu, dengan menggunakan tablet besi folat (mengandung 60 mg elemental besi dan 0,25 mg asam folat).
2. Suplementasi Makanan
Suplemen adalah (sesuatu) yg ditambahkan untuk melengkapi atau berfungsi sebagai tambahan. Definisi dari DSHEA atau undang-undang tentang suplemen kesehatan di Amerika Serikat (AS), suplemen nutrisi adalah zat nutrisi tambahan untuk menggantikan zat yang hilang atau tidak tercukupi dari makanan sehari-hari.
Suplemen makanan umumnya berasal dari bahan-bahan alami tanpa tambahan zat-zat kimia walaupun pada vitamin tertentu ada yang sintetis. Suplemen vitamin seperti asam folat dalam bentuk sintetis memang lebih mudah terserap dalam tubuh, walaupun vitamin E dari bahan alami jauh lebih baik penyerapannya daripada yang sintetis ( Wuri, 2008).
Suplemen makanan merupakan makanan yang mengandung zat-zat gizi dan non gizi, bisa dalam bentuk kapsul, kapsul lunak, tablet, bubuk, atau cairan yang fungsinya sebagai pelengkap kekurangan zat gizi yang dibutuhkan untuk menjaga agar vitalitas tubuh tetap prima. Sebagai pelengkap, suplemen makanan bukan diartikan sebagai pengganti (substitusi) makanan kita sehari-hari ( Ida, 2009).
Nutrisi yang terkandung dalam suplemen makanan biasanya terdiri dari vitamin, mineral, dan asam amino yang merupakan bagian dari pembangun protein. Selain itu ada juga produk suplemen yang diformulasiakn untuk pengobatan  biasanya bahan-bahannya diambil dari tanaman atau bagian-bagian tertentu pada organ tubuh hewan yang berkhasiat sebagai obat untuk penyakit tertentu.
Pada dasarnya food supplement telah dikenal sejak dahulu meskipun dalam bentuk tradisional, mereka menggunakan suplemen makanan untuk membantu menigkatkan stamina ataupun untuk perawatan kesehatan agar terhindar dari berbegai macam penyakit. Di era modern ini makanan suplemen dengan mudah  didapatkan, karena food supplement sudah tersedia dan dijaul bebas di took-toko, apotek, bahkan dengan menggunakan jasa  direct selling untuk memasarkan produknya.
Suplemen makanan ini merupakan makanan pendamping atau penambah nutrisi program diet, namun  tidak ditujukan sebagai pengganti makanan. Umumnya produk-produk suplemen makanan berupa vitamin, mineral dan botanical seperti vitamin c, jamu, susu, glucosamine, yang dapat dikemas dalam bentuk ekstrak, pil, kapsul, tablet, serbuk, softgel dan cair.
Produk-produk suplemen berkembang karena faktanya beberapa jenis makan suplemen digunakan sebagai bahan dasar pengobatan terkini dan untuk prngobatan alternatif karena dari sejumlah penelitian terhadap food suplemen / dietary supplement yang kaya akan multivitamin dan multimineral menunjukkan khasiat yang sama dengan obat - obatan konvensional serta aman untuk dikonsumsi.

2.2  Syarat Suplementasi & Jenis – Jenis Suplementasi
Suplementasi harus dilakukan dengan memenuhi persyaratan tertentu. Untuk tujuan meningkatkan nilai gizi suatu bahan makanan, persyaratan yang harus dipenuhi antara lain sebagai berikut :
a.       Zat gizi yang ditambahkan tidak mengubah warna dan cita rasa bahan makanan
b.      Zat gizi tersebut harus stabil selama penyimpanan
c.       Zat gizi tersebut tidak menyebabkan timbulnya suatu interaktif negatif dengan zat gizi lain yang terkandung dalam bahan makanan.
d.      Jumlah yang ditambahkan harus memperhitungkan kebutuhan individu, sehingga kemungkinan terjadinya keracunan (akibat over –dosis) dapat dihindarkan.

Jenis – Jenis Suplementasi

A.    Suplementasi Protein
Efisiensi penggunaan protein atau mutu gizi suatu protein dapat ditingkatkan dengan cara menambahkan kepada protein yang kekurangan (defisiensi), sejumlah kecil protein lain yang kaya akan asam amino yang kadarnya rendah dalam protein yang defisien tersebut.
Contoh pada jagung, kelemahan kandungan jagung adalah asam amino esensialnya rendah. terutama lisin dan triptofan , itulah sebabnya mengapa mengunakan jagung yag tinggi harus diimbangi dengan penggunaan bahan lain sebagai sumber protein yang kandungan asam aminonya tinggi , seperti tepung kedelai.
Metode yang biasanya digunakan adalah dengan cara menambahkan kepada suatu protein defisien yang jumlahnya ditingkatkan secara bertahap. Kemudian masing-masing campuran dievaluasi nilai gizinya (nilai PER).
B.     Suplementasi Serat Makanan
Dewasa ini banyak diproduksi dan dipasarkan serat makanan dalam bentuk pil atau tablet, yang disebut supplement. Yang dimaksudkan dengan suplementasi serat makanan adalah penambahan serat makanan dalam pengolahan suatu produk makanan, misalnya roti, biskuit, dan lain-lain, dengan tujuan untuk meningkatkan kadar seratnya.
Karena fungsinya yang baik untuk kesehatan, serat makanan tidak lagi dianggap sebagai bahan non-esensial; the National Cancer Institute and Federation of the American Societies for Experimental Biology di Amerika Serikat, menganjurkan konsumsi serat makanan ditingkatkan menjadi sekitar 20-30 g per hari (ncl, 1984;Pilch,1987)
Selain dari buah-buahan dan sayuran, serat makanan dapat juga diperoleh dari limbah hasil pertanian misalnya dedak gandum, dedak padi (bekatul), dedak oats, ampas tahu, ampas kecap, dan lain-lain. Suplementasi serat makanan dapat dilakukan pada produk pangan seperti cookies, crackers, tortilla chips, fruit smack, exruded snack, pretzels, granola bars, dan produk pangan lainnya termasuk roti.
Hasil penelitian Lynda Suzana (1992), menunjukkan bahwa suplementasi dedak padi (bekatul) yang telah distabilkan (dipanaskan dalam otoklaf) sebanyak 15 % dalam pembuatan roti manis, tidak mempengaruhi tingkat pengembangan roti; dan dapat meningkatkan kadar serat makanan menjadi dua kali semula (2,3 % menjadi 4,5 %). Selain itu, penambahan kadar niasin dalam roti, yang semula kadarnya sekitar 1,68 mg/100 g menjadi 2,24 mg/100g.
Suplementasi dedak padi (15 %) dalam pembuatan biskuit, memerlukan penambahan tepung pisang (15 %) untuk menutupi bau yang tidak enak dari bekatul. Kadar serat makanan dalam biskuit dapat ditingkatkan lebih dari dua kalinya, yaitu yang semula kadarnya sekitar 3,6 % meningkat menjadi 8,8 %; sedangkan kadar niasin meningkat dari semula sekitar 0,66 mg/ 100 g menjadi sekitar 2,09 mg/ 100 g  (Lynda Suzana, 1992).
C.     Suplementasi Zink
Zinc merupakan mikronutrien yang sangat penting khususnya sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan bayi, dan saat ini cenderung terjadi adanya kekurangan Zn dalam formula makanan bayi yang beredar di pasaran.
Dalam pembentukan makanan bayi, kadar protein sengaja diturunkan dengan cara pengenceran, sampai kadarnya sebanding dengan kadar protein dalam ASI. Proses pengenceran tersebut diikuti dengan penurunan kadar zinc dalam susu, sehingga kandungannya lebih rendah dibanding kandungan dalam susu sapi ataupun dalam ASI. Untuk mengatasi hal tersebut susu sapi yang akan digunakan untuk susu bayi perlu di suplemen kembali dengan Zinc.
D.    Suplementasi Asam Amino
Suplementasi asam amino adalah suatu prosedur dimana mutu (nilai gizi) protein (nabati) ditingkatkan dengan cara menambahkan asam amino esensial pembatasnya.
Penelitian-penelitian menggunakan hewan percobaan dan manusia menunjukkan bahwa nilai gizi protein gandum, jagung dan beras dapat ditingkatkan secara nyata dengan menambahkan lisin dan triptofan atau lisin dan treonin.
Hasil penelitian menggunakan hewan percobaan menunjukkan adanya peningkatan nilai biologis protein kedelai setelah mengalami proses pemanasan dan suplementasi metionin. Bahkan dilaporkan bahwa nilai PER susu kedelai dapat dibuat hampir menyamai susu sapi dengan menambahkan DL- metionin.
Jenis – Jenis Vitamin atau Suplemen
a.       Vitamin E
Berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel dari kerusakan, vitamin E banyak ditemukan dalam kacang-kacangan dan biji-bijian. Banyak sekali penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan mengandung vitamin E mampu menekan risiko penyakit jantung dan kanker.
b.      Vitamin B6
British Medical Journal melaporkan bahwa dosis 100 mg vitamin B6 mampu meringankan gejala-gejala sindrom premenstrual. Sejumlah riset juga mengaitkan asupan asam folat dan vit B8, yang banyak ditemukan dalam telur daging dan ikan, dengan penurunan risiko penyakit jantung dan kanker perut.
c.       Hipericum
Kepercayaan tradisi mengatakan herbal ini mampu melawan ilmu sihir. Lazimnya, herbal ini digunakan untuk memelihara sistem saraf dan melindungi sel-sel saraf dalam tubuh. Herbal ini biasa digunakan untuk meredakan hipertensi dan melancarkan peredaran darah.
d.      Royal Jelly
Cairan kental yang dihasilkan lebah muda sebagai bahan makanan Larva Lebah dan makanan khusus Ratu lebah ini telah terbukti mampu membunuh bakteri dalam tes laboratorium. Zat ini juga mengandung protein dan vitamin C dan diklaim mampu meningkatkan kekebalan tubuh meski belum ada bukti yang solid.
e.       Glukosamin
Dua penelitian besar menunjukkan glukosamin mampu meringankan rasa sakit dan memperbaiki mobilitas pada pasien penderita osteoarthtritis. Bukti ini begitu meyakinkan sehingga US National Institutes Of Health berencana menggelar riset lanjutan.
f.       Ginkgo Biloga
Walaupun beberapa riset menunjukkan adanya efek negatif, Prof Ernst percaya bahwa ginkgo tetap berkhasiat. Ia menekankan, ketika peneliti mencoret partisipan yang tidak mengonsumsinya secara teratur, ada sekitar 68 persen penurunan risiko gangguan ingatan setelah mengonsumsi ginkgo kacangan dan biji-bijian. Banyak sekali penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan mengandung vitamin E mampu menekan risiko penyakit jantung dan kanker.

Tabel kelebihan & kekurangan suplementasi
SUPLEMENTASI
KELEBIHAN
KEKURANGAN
praktis
dikonsumsi berlebihan bisa membuat kerja lambung semakin berat, gangguan pencernaan
banyak pilihan
mudah didapat
relatif mahal
berbagai macam bentuk mulai dari tablet sampai cair
berbahaya bagi ginjal dan hati serta dapat meningakatkan tekanan darah
Efektif untuk jangka panjang
tdk smua suplemen bs diminum oleh smua orang,sblm meminumnya hrs tau kontra indikasinya
tidak perlu perlakuan khusus
tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh secara maksimal (tidak seperti saat mengkonsumsi sayur dan buah
lebh mudah dalam mengatur atau mengontrol dosis kebutuhan tubuh kita,karena telah tertera dalam setiap takarannya
melatonin yang mungkin terjadi jika dikonsumsi berlebihan adalah peningkatan tekanan darah, sakit kepala, suhu badan dan libido menurun, depresi dan berkurangnya kesuburan
Memperkuat daya tahan tubuh
memerlukan motivasi yang berkelanjutan dalam mengkonsumsi suplemen
Menambah fungsi makan dan nutrisi yang lain
Tidak semua vitamin/zat gizi dpt dipenuhi melalui suplementasi
cara yang paling efektif untuk meningkatkan kadar zat besi dalam jangka pendek
tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh secara maksimal (tidak seperti saat mengkonsumsi sayur dan buah)
cukup mengatasi kekurangan beberapa zat gizi (vitamin ekstra)
intoksikasi bahan kimia dari suplement
cukup untuk mengatasi kekurangan sejumlah zat gizi (vitamin ekstra)
hanya bersifat sementara tidak permanen
tambahan zat gizi bisa lebih fokus
Tergantung kepada kemauan dan sumberdaya yang ada
baik untuk mengobati penyakit tertentu
terkadang jenis suplemen yang digunakan tidak didukung dengan adanya bukti signifikan mengenai manfaat suplemen tersebut
memiliki khasiat/hasil yang nyata
sifatnya ketergantungan


2.3  Manfaat Suplemen Bagi Tubuh
Suplemen merupakan makanan pendamping bukan pengganti makanan. Suplemen makanan pada umumnya mengandung vitamin dan mineral yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Berikut manfaat mengkonsumsi suplemen bagi tubuh Anda.
1.      Meningkatkan Metabolisme Tubuh         
Beberapa gangguan metabolisme dan pencernaan, dapat mempengaruhi penyerapan makanan dalam tubuh, yang bisa menyebabkan menurunnya asupan nutrisi dalam tubuh. Di sinilah peran suplemen. Mengkonsumsi suplemen dalam jumlah yang cukup membantu meningkatkan metabolisme dan mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh.
2.      Membantu Diet Vegetarian 

Bagi yang menjalankan diet vegetarian, tentunya tidak mengkonsumsi makanan hewani. Padahal di satu sisi, makanan hewani banyak menyediakan sumber nutrisi penting bagi diet, seperti protein, vitamin dan mineral. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ini, sayuran dan buah-buahan merupakan makanan pengganti yang baik. Selain itu, bisa menambahkan suplementasi protein, vitamin, dan mineral untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian.
3.      Meningkatkan Daya Tahan Tubuh          
Mengingat tubuh tidak dapat memproduksi vitamin sendiri, maka tubuh memerlukan sumber vitamin dari luar. Contohnya vitamin C. Vitamin ini berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit, sekaligus sebagai antioksidan yang dapat membantu mengatasi kerusakan otot saat melakukan latihan beban.
4.      Meningkatkan Kesehatan Wanita
Pre Menopause: Wanita dengan masa menstruasi yang berat dapat kehilangan begitu banyak zat besi tiap bulannya. Mereka jarang mendapatkan jumlah zat besi yang cukup untuk menggantikan sel darah yang hilang. Suplementasi zat besi berguna untuk membantu pembentukan sel darah merah dan efektif untuk mencegah anemia.
5.      Baik Untuk Wanita hamil
Wanita hamil disarankan mengonsumsi 400 mcg asam folat per hari untuk mengurangi resiko cacat lahir. Mengkonsumsi asam folat dalam jumlah cukup dapat menurunkan risiko bayi lahir cacat hingga 70%. Wanita lahir dan menyusui juga perlu mengonsumsi suplemen seperti zat besi dan vitamin D untuk menyediakan nutrisi yang mereka butuhkan untuk jaringan-jaringan pada janinnya.
6.      Kesehatan tulang
Kalsium dan vitamin D sangatlah penting bagi mereka yang berada pada resiko osteoporosis. Tidak semua orang bisa mendapatkan kalsium dan vitamin D yang cukup dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Alternatifnya adalah menambahkan suplementasi kalsium dan vitamin D sesuai dengan kebutuhan.

METABOLISME LEMAK & ANALISIS KIMIA DALAM DARAH

Lemak adalah sekelompok ikatan organik yang terdiri atas unsur-unsur Carbon ( C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O), yang mempunyai sifat d...